• pendahuluan dan pengenalan alat

    Date: 2013.05.14 | Category: Uncategorized | Response: 0

    Laporan Praktikum                                   Hari/Tanggal: Senin/ 18 Februari 2013

    Struktur Fungsi Subseluler                        Waktu          : 08.00-11.00 WIB

    PJP               :Syaefudin, M.Si

    Assisten       : Suhermanto

                     Tuhfah Amaliah

    Risky Wulansari

    Azra Zahrah N. I

     

     

     

    PENDAHULUAN DAN PENGENALAN ALAT

    (pH meter dan Sentrifus)

     

    Kelompok 12

     

    Kathirina B. Riwu Wolo         G84110021

    Faisal Rahman                            G84110020

    Galih T. Poetra                           G84110071

     

     

     

     

     

     

     

    DEPARTEMEN BIOKIMIA

    FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    BOGOR

    2013

    Pendahuluan

    Campuran dapat tersusun atas beberapa unsur ataupun senyawa. Komponen-komponen penyusun suatu campuran tersebut dapat dipisahkan berdasarkan sifat fisika penyusunnya. Salah satu metode yang digunakan adalah sentrifugasi. Sentrifugasi adalah metode pemisahan dengan prinsip sedimentasi untuk memisahkan partikel-partikel dari suatu fluida berdasarkan berat jenisnya dengan memberikan gaya sentripetal (Robinson 1975). Sentrifugasi bertujuan untuk memisahkan sel menjadi organel-organel utama sehingga fungsinya dapat diketahui (Miller 2000). Alat yang digunakan untuk melakukan sentrifugasi adalah sentrifus. Sentrifus adalah alat untuk fraksinasi subseluler dengan menggunakan prinsip sedimentasi. Substansi yang lebih berat akan berada didasar, sedangakn substansi yang ringan berada diatasnya (Miller 200). Substansi hasil sentrifugasi terbagi menjadi dua supernatant dan pellet. Supernatant adalah substansi hasil sentrifugasi yang berbobot ringan dan berwarna lebih jernih, sedangakan pellet adalah substansi hasil sentrifugasi yang berbobot jenis lebih tinggi dan berada dibawah serta berwarna lebih keruh.

    Pengukuran derajat tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan dapat dilakukan menggunakan pH meter. pH meter memiliki dua buah elektroda, yaitu elektroda gelas dan elektroda kalomel. Elektroda gelas terdiri dari bola yang sangat tipis dengan ketebalan 0,1 mm yang terdapat pada ujung pipa gelas yang kuat dengan daya tahan tinggi. Bola tersebut mengandung HCl (0,1 mol/liter) yang dihubungkan dengan kawat platina melalui elektroda Ag  (Robinson 1975). Elektroda gelas di dalam larutan yang diukur menyusun setengah sel dan rangkaian pengukur dilengkapi dengan elektrode acuan yang tidak sensitif terhadap ion hidrogen. Elektroda acuan yang biasa digunakan adalah elektroda kalomel. Elektroda kalomel bersifat stabil, mudah digunakan, dan memiliki ketepatan tinggi dalam menentukan potensial elektroda standar (Hendra 1989).

     

    Gambar1 Sentrifus (Rickwood D. 1984)        Gambar 2 pH meter (lisservice.com)

    Tujuan Percobaan

    Percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengenal alat-alat laboratorium biokimia dan cara pengoperasiannya. Tujuan penggunaan pH meter adalah untuk mengukur nilai pH suatu larutan dengan sebelumnya dilakukan kalibrasi. Penggunaan sentrifus yaitu memisahkan bagian-bagian dari suspense kloroplas menjadi pelet dan supernatant.

    Alat dan Bahan

                pH meter, sentrifus Beckman JA-20, tabugn sentrifus, neraca analitik OHAUSS GA 200, gelas piala, gelas ukur, pipet tetes. Adapun bahan –bahan yang digunakan adalah 50 ml larutan 0.2 M fosfat (Na2HPO4.2H2O), 0.1 M sitrat (asam sitrat satu hidrat) dan suspensi kloroplas.

     

    Prosedur Percobaan

    Penggunaan pH meter. Sebanyak 50 mL larutan 0.2 M fosfat dan 100 mL 0.1 M sitrat disiapkan dari bentuk padatan pada awalnya. Setelah itu, standardisasi pH meter dilakukan dengan kalibrasi dua nilai pH (metode dua larutan bufer), yaitu elektroda direndam pada pH 7 kemudian ditekan tombol kalibrasi dan elektroda direndam pada pH 4 kemudian ditekan tombol slope. Kemudian, 35 mL larutan fosfat ditambahkan ke dalam 65 mL larutan sitrat dan kemudian pH diukur. Apabila nilai pH larutan kurang dari 3.86 maka ditambahkan larutan fosfat dengan pipet tetes dan bila nilai pH lebih dari 3.86 ditambahkan sedikit asam sitrat.

     

    Penggunaan sentrifus. Tabung Eppendorf kosong ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui bobot kosong tabung, kemudian masukkan 20.00 gram dan timbang berat tabung beserta kloroplas tersebut. Lalu tabung berisi kloroplas dimasukkan kedalam rotor sentrifus dan diseimbangan dengan sampel dari kelompok lain. Untuk diputar dengan kecepatan 1200 x gravitasi selama sepuluh menit. Setelah sepuluh menit, pindahkan tabung berisi sampel dari rotor. Sampel kloroplas telah terbagi menjadi dua bagian yaitu supernatant dan pellet. Kemudian, supernata dibuang dan pellet ditimbang beratnya. Selisih antara bobot tabung + pellet dengan bobot tabung + kloroplas adalah berat netto pellet.

     

    Hasil Percobaan

    Tabel 1 Hasil Sentrifus Suspensi Kloroplas

    Sampel

    Bobot Tabung (g)

    Bobot Tabung + Kloroplas (g)

    Bobot Suspensi Kloroplas (g)

    Bobot Tabung + Pelet (g)

    Bobot Pelet (g)

    % Rendemen

    1

    16.31

    36.21

    20.00

    16.95

    0.64

    3.2

    2

    16.31

    36.21

    20.00

    16.95

    0.64

    3.2

    3

    15.67

    35.67

    20.00

    15.83

    0.16

    0.8

    4

    16.28

    36.78

    20.00

    17.87

    1.59

    7.95

    Rataan

    16.1425

    36.2175

    20.00

    16.9

    0.7575

    3.7875

     

    Contoh Perhitungan:

     

    Bobot Pelet =  (Bobot Tabung + Pelet)  Bobot Tabung

    =15.83 g 15.67 g

    = 0.16 g

     

    % Rendemen         =

    =

    20.00

    = 0.8%

    RCF          = 1.12  r                                       r = 108 mm

          1200          = 1.12   108 mm

    1200          = 120.96

    RPM          =

     

    RPM          = 3149.7039

     

    Tabel 2 Pengguanaan pH Meter

    Sampel

    pH indikator

    pH di pH meter

    1

    4.0

    3.90

    2

    4.0

    3.93

    3

    4.0

    3.86

    4

    4.0

    3.81

    Rata-rata

    4.0

    3.875

     

     

    Pembahasan

              Pengenalan dan penggunaan alat dalam laboratorium sangat dibutuhkan dan yang terutama adalah pengefektifan dan pengefisienan alat. Sentrifus dan pH meter merupakan contoh alat yang sering digunakan dalam laboratorium biokimia.

    pH meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur pH suatu larutan. Sebelum pH meter digunakan harus dikalibrasi terlebih dahulu. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan larutan bufer. Larutan bufer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH pada penambahan sedikit asam maupun sedikit basa. Kalibrasi dilakukan untuk menstandarkan pembacaan pH meter terhadap pH larutan baku yang telah diketahui dengan pasti pHnya (Beran 1996). Sensor pada pH meter harus selalu dalam keadaan basah atau terendam akuades, karena jika dalam keadaan kering maka sensor atau bola elektroda tersebut akan menjadi anhidrat dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Suhu juga berpengaruh terhadap pH meter. Suhu yang panas dapat menyebabkan sensor tidak dapat bekerja dengan baik (Hendra 1989).

    Percobaan penggunaan pH meter ini dilakukan dengan mengukur pH campuran antara larutan fosfat dan larutan sitrat. Berdasarkan hasil percobaan dari 4 kelompok diperoleh pH yang terukur masing-masing adalah 3.90, 3.93, 3.86, dan 3.81.

    Percobaan berikutnya adalah penggunaan sentrifus. Prinsip kerja sentrifus adalah melawan gaya tarik bumi (gravitasi) dengan kekuatan sentrifugal sehingga partikel yang terlarut dalam cairan akan terlempar keluar dari pusat putaran, dengan berat paling besar akan terlempar terlebih dahulu. Tenaga ini disebut Relative Centrifugal Force (RCF) dalam satuan g yang mengambarkan daya pemisah alat tersebut (Suminar 2001). Sebelum disentrifugasi, membrane dirusak terlebih dulu dengan menggunakan blender atau homogenizer pada suhu 4° C. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir degradasi enzim yang ada pada komponen sel (Prasetyo 1999). Keseimbangan selama sentrifugasi sangat penting karena bila tidak akan terjadi getaran. Getaran ini akan semakin hebat saat percepatan dan perlambatan. Apabila hal ini terjadi, selain mengakibatkan sedimen yang terbentuk dapat terurai kembali juga akan mempercepat rusaknya alat.

    Berdasarkan hasil percobaan, fraksinasi suspensi kloroplas yang disentrifugasi dengan kecepatan 1200 x g selama 10 menit menghasilkan pellet dan supernatant yang telah terpisah dengan baik. Bobot pellet yang dihasilkan yaitu sebesar 0.16 g dengan rendemen 0.8%. Adapun bobot pelet yang dihasilkan oleh kelompok lain masing-masing adalah 0.64, 0.64, dan 1.59. Sentrifugasi ini dilakukan dengan kecepatan rotasi 3149.7039 per menit dengan jari-jari rotor 108 mm.

     

    Simpulan

    pH larutan dapat diukur secara akurat dengan menggunakan pH meter. pH campuran yang terbentuk berdasarkan pada konsentrasi dan volume larutan yang dicampur. Sebelum mengukur pH campuran, kalibrasi harus dilakukan terlebih dahulu agar pH yang diperoleh konstan. Campuran antara fosfat dan asam sitrat merupakan larutan asam karena memiliki pH kurang dari 7 yaitu 3.86 juga 3.90, 3.93 dan 3.81. Adapun sentrifus digunakan untuk mengendapkan suspensi kloroplas agar didapatkan supernatan yang terpisah dari pelet. Sentrifus dengan rotor yang berkecepatan tinggi akibat adanya gaya gravitasi dapat mengendapkan suspensi kloroplas dengan dihasilakan rendemen masing-masing kelompok adalah 3.2 %, 3.2%, 0.8%, dan 7.95% dengan bobot pellet secara beurutan adalah 0.64, 0.64, 0.16 dan 1.59.

     

    Daftar Pustaka

    Beran JA.1996. Chemistry In The Laboratory. John Willey & Sons : Prentice Hall.

    Hendra Adijuwana. 1989. Teknik pemisahan Dalam Analisis Biologis. Bogor: IPB Press.

    Miller J.N. 2000. Statistics and Chemometrics for Analytical Chemistry, 4th ed. Harlow: Prentice. Hall.

    Prasetyo P. 1999. Bengkel: Ilmu GENETIKA. Jakarta: Erlangga.

    Robinson J.R. 1975. Fundamental Of Acid-Base Regulation, 5th edition. Oxford: Blackwell

    Seminar. 2001. Prinsip-prinsip kimia modern. Jakarta: Erlangga.

     

     

  • my new blog

    Date: 2013.02.18 | Category: Uncategorized | Response: 0

    yyyyeeeeeeiiiiy :D

  • my new blog

    Date: 2013.02.18 | Category: Uncategorized | Response: 0

    yeeeeiiiyyyyy :D

  • Hello world!

    Date: 2011.09.30 | Category: Uncategorized | Response: 1

    Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Most Popular

Recent Comments

  • Mr IPB: Ini adalah contoh komentar....